Rabu, 15 Februari 2012

Hubungan antara Kemampuan Berpikir dengan Berbahasa


Hubungan antara Kemampuan Berpikir dengan Berbahasa
pada Anak Usia Dini

1.1.latar Belakang Masalah
“Berbahasa adalah penyampaian pikiran atau perasaan dari orang yang berbicara mengenai masalah yang dihadapi dalam kehidupan yang dihadapinya. Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi antara suatu individu dengan individu lainnya, tetapi bahasa juga membentuk nalar (kognitif) seseorang. Dengan terbentuknya nalar terbentuk pula budaya suatu masyarakat tertentu.” (Abdul Chaer,2003;51)
Bahasa menjadi dasar pembentuk pola pikir seseorang. Melalui bahasa seseorang belajar tentang atribut-atribut tertentu, baik mengenai dirinya sendiri, diri orang lain, hubungan di antara keluarga, situasi yang dialaminya dan pengalamannya. Berpikir adalah daya yang paling utama dan merupakan ciri yang khas yang membedakan manusia dengan hewan. Manusia dapat berpikir karena manusia mempunyai bahasa, sedangkan hewan tidak. “Bahasa” hewan bukanlah bahasa seperti manusia. “Bahasa” hewan adalah bahsa mistik yang tidak perlu dipelajari dan diajarkan. Bahasa manusia adalah hasil dari kebudayaan yang harus dipelajari dan diajarkan.
Dari sudut psikologi perkembangan anak usia dini adalah anak yang mempunyai keterbatasan dalam kemampuan berpikir dan berbahasa. Pada tahap ini cara berpikir anak antara lain masih egosentris. Karena itu agar terjadi peningkatan berpikir anak, kegiatan ditujukan agar mereka mampu melakukan klasifikasi, berpikir logis, dan dilatih memecahkan masalah. Mereka perlu pula dirangsang  untuk mengetahui tentang berbagai konsep seperti konsep ruang, konsep waktu, dan konsep jumlah.
Kegiatan yang dapat merangsang kemampuan berpikir anak adalah dengan meningkatkan kemampuan bahasa anak. Bahasa yang digunakan oleh guru adalah bahasa yang tertata baku namun sederhana dan komunikatif.
Namun dalam perkembangan anak usia dini sampai saat ini belum diketahui secara pasti mekanisme bagaimana seorang anak belajar bahasa sehingga bahasa dapat diketahuinya. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Antara Kemampuan Berpikir Dengan Berbahasa Pada Anak Usia Dini”.

1.2.Rumusan masalah
Bertitik tolak dari latar belakang di atas beberapa masalah dirumuskan sebagai berikut :
1)     Bagaimana keterkaitan antara bahasa dan pikiran pada anak usia dini ?
2) Bagaimana peranan orang tua, guru, dan lingkungan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan berpikir pada anak usia dini ?

1.3.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1)     Ingin mendeskripsikan keterkaitan antara bahasa dan pikiran pada anak usia dini.
2) Ingin mendeskripsikan peranan orang tua, guru, dan lingkungan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan berpikir pada anak usia dini.

1.4.Tinjauan Pustaka
1.4.1.      Pengertian Bahasa
Bahasa adalah alat bagi seseorang untuk mengemukakan gagasan, idealisme, serta keinginan-keinginannya kepada orang lain. Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi antara suatu individu dengan individu lainnya. Bahasa juga membentuk nalar seseorang. (Monty P. Setiadarma, 2001:96
Sejalan dengan pendapat monty, Abdul Chaer berpendapat bahwa “bahasa adalah penyampaian pikiran atau perasaan dari orang yang berbicara mengenai masalah yang dihadapi dalam kehidupan budayanya”. (2003:51)
1.4.2.      Pengertian Berpikir
Berpikir adalah daya yang paling utama dan merupakan ciri yang khas yang membedakan manusia dengan hewan. Manusia dapat berpikir karena manusia mempunyai bahasa, sedangkan hewan tidak. Bahasa hewan bukanlah bahasa seperti yang dimiliki manusia. “Bahasa” hewan adalah bahasa insting yang tidak perlu dipelajari dan diajarkan. Bahasa manusia adalah hasil dari kebudayaan yang harus dipelajari dan diajarkan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India